PEMBERONTAKKAN DI/TII SM. KARTO SUWIRJO

 

PEMBERONTAKKAN DI/TII

SUKARMADJI MARIDJAN KARTOSUWIRJO

NII: SEBUAH MATA RANTAI YANG TERPISAH

 

OLEH:MURSAL Y

GURU SMAN 1 AMPEK ANGKEK

AGAM-SUMATERA BARAT






Informasi dan pemeritaan beberapa minggu terkhir  menghiasi layar media baik media konfensional Koran dan televisi maupun media sesial akir-akir ini. Di awali dengan viralnya video shallat idul fitri /2023  di salah satu pondok pesantren. Video ini menjadi viral karena adanya sesuatu yang tidak biasanya. Saf shallat yang berjarak dan adanya jemaah perempuan di tengah-tengah jemaah laki-laki.

Video viral yang memicu demo besar-besran  semula dengan isyu penistaan agama kemudian berkembang ke berbagai hal, salah satunya adanya isyu tentang afiliasi dan keterkaitan dengan gerakan Negara Islam Indonesia atau yang lebih dikenal dengan NII KW 9.  Kalau kita perhatikan isyu tentang gerakan NII ini sering muncul dalam perbincangan bangsa Indonesia beberapa tahun terakir. Tentu ini sebuah pertanyaan ada apa dengan NII dan mengapa isyu tentang NII sering menghiasi panggung politik bangsa Indonesia.

Tulisan ini tidak secara spesisik membahas tentang isu di atas. Tulisan ini akan membahas tentang sejarah pergoalakkan politik di awal kemerdekaan yang menyebabkan terjadinya peristiwa pemberontakkan DI/TII di bawah pimpinan Sukarmadji Maridjan Karto Suwirjo yang mendirikan Negara Islam Indonesia. Meski demikian akan bisa juga melihat benang merah dengan peristiwa dan isyu-isyu NII dewasa ini.

 

Gerakan DI/TII yang bertujuan  mendirikan Negara Isalam Indonesia merupakan pemberontakkan pertama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang dilator belakangi oleh permasalahan politik. Peristiwa DI/TII disebabkan oleh  maslah penerimaan terhadap hasil perjanjian Renville. Penanda tanganan perjanjian renville membawa sejumlah konsekuensi bagi bangsa Indonesia. Konsekuensi ini disebabkan oleh isi perjanjian tersebut, yaitu:

  • Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan segera.
  • Republik Indonesia merupakan negara bagian RIS.
  • Belanda tetap menguasai seluruh Indonesia sebelum RIS terbentuk.
  • Wilayah Republik Indonesia yang diakui Belanda hanya Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera.
  • Wilayah kekuasaan Indonesia dengan Belanda dipisahkan oleh garis demarkasi yang disebut Garis Van Mook.
  • TNI harus ditarik mundur dari Jawa Barat dan Jawa Timur atau wilayah-wilayah kekuasaan Belanda.
  • Akan dibentuk UNI Indonesia-Belanda dengan kepalanya Raja Belanda.
  • Akan diadakan plebisit atau referendum (pemungutan suara) untuk menentukan nasib wilayah dalam RIS.
  • Akan diadakan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.

Tidak semua tokoh dan pejuang kemerdekaan menerima isi perjanjian Renville. Salah seorang tokoh yang tidak mau menerima perjanjian Renville adalah Sumakarmadji Maridjan Karto Suwirjo. Karto Suwirjo  seorang tokoh peregerakan nasional yang cukup disegani selama pendudukan Jepang dia mendirikan Masyumi.  Pada perang kemerdekaan Karto Suwirjo memimpin pasukan yang cukup kuat di Jawa Barat dalam melawan Belanda.

Karto Suwirjo tidak menerima isi perjanjian Rencille dan dia menolak untuk tunduk dengan keputusan pemerintah pusat. Menurut Karto Suwirjo, Soekarno, dalam hal ini pemerintah pusat telah mengkhianati perjuangan bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 agustus 1945. Karena dalam perjanjian Renville pemerintah Indonesia harus menerima konsekuensi berubah dari Negara yang berbentuk kesatuan menjadi Negara serikat atau RIS.  Menerima keinginan Belanda untuk membentuk Negara RIS menurut Karto Suwirjo memberikan kesempatan dan jalan bagi Belanda untuk ikut campur dalam urusan bangsa Indonesia. Kedaulatan bangsa Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 menjadi hilang karena ikut campur tangan Belanda dalam RIS. Selain itu pengakuan wilayah Indonesia secara devacto atas Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera. alasan lain menyebut pemerintah pusat mengkhianati perjuangan karena daerah di luar yang diakui oleh perjanjian Renville menjadi jatuh ke tangan Belanda.

Karto Suwirjo akhirnya memproklamirkan beridirinya Negara Islam Indonesia di Jawa Barat dengan menjadikan pasukannya sebagai basis perlawanan yang disebutnya dengan Darul Islam (DI), Tentara Islam Indonesis (TII) pada 17 Agustus 1949.  Pemerintah Indonesia berusaha menyelesaikan pemberontakan DI/TII karto Suwirjo dengan cara damai dengan membentuk sebuah komite yang dipimpin oleh M. Natsir. Komite ini gagal untuk membujuk dan menarik kembali Karto Suwirjo ke pangkuan ibu pertiwi.  Gagalnya usaha damai yang dilakukan oleh M. Natisr menyebabkan terjadinya perang saudara antara pemerintah republik dengan DI/TII Karto Suwirjo.

Pemberontakan DI/TII merupakan pukulan berat bagi TNI.  TNI harus ditarik mundur dari Jawa Barat dan Jawa Timur atau wilayah-wilayah kekuasaan Belanda ke wilayah kekuasaan Indonesia Jogja harus menghadapi perlawanan pasukan Karto Suwirjo. TNI menghadapi dua musuh sekaligus, pasukan belanda dan pasukan DI/TII Karto suwirjo.

Pemerintah mengerahkan pasukan untuk menumpas DI/TII.  Penumpasan DI/TII pemerintah melaksanakan operasi Baratayudha atau dikenal juga dengan operasi pagar betis. Operasi Baratayudha penumpasan ini membuat pasukan Karto Suwirjo terdesak. Pasukan Karto Suwirjo yang semakin terdesak akhirnya melakukan kekerasan, perampokkan dan pencurian terhadap hewan ternak dan hasil pertanian rakyat. Akibatnya rakyat menjadi marah dan membantu untuk menumpas DI/TII.   

Pemberontakkan DI/TII akhirnya bisa ditumpas dan Karto Suwirjo  dihukum mati. Berakhirnya pemberontakkan DI/TII dan dihukum matinya Karto Suwirjo bukan berate permasalahan DI/TII dan Negara Islam Indonesia telah selesai. Yang bisa dipadamkan adalah pemberontakkan Karto Suwirjo, namun ide Negara Islam Indonesia ternyata belum padam. Setelah DI/TII karto Suwirjo kemudian muncul kembali DI/TII di Sulawesi dan Kalimantan

TES DIAGNOSTIK

 

TES DIAGNOSTIK

Oleh: Mursal Y

Guru SMAN 1 Ampek Angkek

Keb. Agam- Sumatera Barat

 

Implementasi Kurikulum merdeka memperkenalkan kepada guru dan sekolah untuk melaksanakan tes diagnostik, atau lebih tepatnya dalam penerapan kurikulum merdeka guru dan sekolah diharuskan untuk melakukan tes diagnostik.  Sebenarnya tes diagnostik bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan. Tes diagnostik merupakan satu elemen yang harus dikerjakan guru sebelum melakukan pembelajaran. Mungkin saja karena selama ini tidak ada penekanan untuk dilaksanakan membuat kata tes diagnostik seakan hal baru yang harus kita kerjakan saat mengimplementasikan kurikulum merdeka.

 

Kalau demikian apa itu yang dimaksud dengan tes diagnostik.

 


Tes diagnostik adalah tes yang digunakan oleh guru  secara tepat untuk mengetahui permasalahan, kelebihan dan kelemahan yang dihadapi oleh peserta didiknya dalam belajar pada topik atau pokok bahasan tertentu. Hasil analisis tes diagnostik digunakan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.

Tes diagnostik yang dilakukan oleh guru ada dalam dua bentuk tes diagnostik yaitu tes diagnostik kognitif dan tes diakonostik non-kognitif.  Berikut akan diuraikan kedua tes diaknotik tersebut serta pelaksanaannya.

 

1.    Tes Diagnostik Kognitif

 

Tes diagnostik kognitif adalah yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik guna mengikuti pembelajaran pada topik atau pokok bahasan tertentu. Tes diagnostik dilakukan oleh guru setiap sebelum memulai topik atau pokok bahasan pembelajaran tertentu yang membutuhkan kemampuan  dasar bagi peserta didik untuk mengikutinya. Misalnya pada topik metodologi penelitian sejarah. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik tentang pengertian sejarah.  Topik  memahami konsep wilayah dan perencanaan tata ruang , kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik adalah pengetahuan dasar geografi.   

Perlu dipahami oleh guru bahwa  tes diagnostik  bukan untuk mengukur penguasaan kompetensi peserta didik atau bukan untuk mengejar target kurikulum, melainkan tes diagnostik gunanya adalah untuk menyesuaikan tingkat pembelajaran dengan kemampuan peserta didik. Berikut tujuan dilakukan tes diagnostic kogtif.

·         Mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki peserta didik

·         Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan rata-rata kompetensi yang dimiliki peserta didik

·         Merancang program remedial untuk peserta didik dengan kompetensi di bawah rata-rata dan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki kompetensi di atas rata-rata

 

Langkah-Langkah Pelaksanaan Tes Diagnostik Kognitif

a.    Persiapan

Untuk melakukan tes diagnostik kognitif langkah pertama yang dilakukan oleh guru adalah mempersiapkan kisi-kisi sederhana yang berisikan hal-hal yang akan diketahui dalam tes diagnostik. Bentuk kisi-kisi ini dapat dikembangkan oleh masing-masing guru sesuai dengan kompetensi dan kekhasan satuan pendidikan dan lingkungan. Yang perlu dicatat orientasi penyusunan kisi-kisi adalah beriorientasi kepada keterpakaian oleh peserta didik, bukan beriorientasi kepada penguasaan kompetensi. Berikut contoh blangko  kisi-kisi tes diagnostik kognitif.

 

KISI-KISI TES DIAGNOSTIK KOGNITIF

SATUAN PENDIDIKAN           : …………………

MATA PELAJARAN                 : ……………….

TOPIK/POKOK BAHASAN     : ……………….

KELAS DAN FASE                  : ……………..

TAHUN PELAJARAN              : ………………..

GURU MATA PELAJARAN    : ……………………

NO

Topik/ Pokok Bahasan Yang akan dipelajari

Materi Pokok

INDIKATOR SOAL

BENTUK SOAL

NO. SOAL

 

Kompetensi Dasar Yang Harus dimiliki siswa

1

2

3

5

6

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                      ………….., …………….2023

Mengetahui                                                                               Guru Mata pelajaran

Kepala Sekolah

 

______________                                                                      _______________

 

 

 

b.    Pelaksanaan

Tes diagnostik kognitif dilaksanakan setiap sebelum melakukan pembelajaran untuk topik atau pokok bahasan baru yang membutuhkan kompetensi dasar peserta didik untuk mengikutinya.

 

c.    Analisa dan Tindak Lanjut

 

Hasil tes diagnostik kognitif dianalisa oleh guru dengan cara mengelompokkan peserta didik kepada tiga kelompok:

Kelompok pertama yang memiliki kompetensi dasar di bawah rata-rata.  Peserta didik dalam kelompok ini diberikan remedial

Kelompok kedua peserta didik sudah memiliki kompetensi rata-rata. Kelompok ini tidak memiliki masalah untuk mengikuti topik atau pokok bahasan yang akan dipelajari

Kelompok ketiga peserta didik yang memiliki kompetensi di atas rata-rata. Kelompok ini diberikan pengayaan dan dapat dipakai sebagai tutor teman sebaya bagi teman-temannya

 

2.    Tes Diagnostik Non-Kognitif

 

Tes diagnostik non-kognitif adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kondisi psikologis, emosional, sosial, ekonomi dan kondisi keluarga peserta didik. Melalui tes diagnostik non-kognitif guru bisa menggali dan mengetahui aktivitas peserta didik di luar sekolah, pergaulan, kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dan mempengaruhi cara belajar dan hasil belajar mereka.

Tes diagnostik non-kognitif juga bertujuan untuk mengetahui bakat, minat dan cara belajar peserta didik. Untuk mengetahui bakat, minat dan gaya belajar peserta didik satuan pendidikan bisa bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang memiliki keahlian khusus untuk ini, misalnya lembaga-lembaga yang secara profesional menyediakan jasa untuk melakukan tes psikologi. Hasil tes yang dilaksanakan dengan bekerjasama dengan lembaga tes psikologi dianalisa dan direkap oleh bagian kesiswaan dengan memberdayakan guru BK.  Hasil rekap terutama gaya belajar peserta didik yang telah diolah oleh bidang kesiswaan dan guru BK di inforasikan dan didistribusikan ke guru untuk menjadi pedoman.  Gaya belajar peserta didik sangat dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran yang berdeferensiasi.

 

Pertanyaannya apakah tes diagnostik non-kognitif cukup dilakukan oleh lembaga tes profesional atau juga harus dilakukan oleh setiap guru ?

 

Tes diagnostik non-kognitif yang membutuhkan keahlian khusus seperti untuk mengetahui bakat, minat dan gaya belajar dilaksanakan bekerjasama dengan lembaga profesional. Sementara untuk mengetahui hal lain  menyangkut kondisi psikolis, emosional, pergaulan, kondisi sosial ekonomi, kesehatan bisa dilakukan oleh setiap guru.  Untuk mengetahui kondisi ini dibutuhkan cara dan gaya dan keterampilan guru dalam bertanya. Hal ini dikarenakan tidak semua siswa dapat memberikan informasi secara detail, terutama yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya, seperti kondisi keluarga dan hubungannya dengan orang tua maupun teman.  Dalam hal-hal tertentu guru dapat bekerjasama dengan guru BK untuk mendapatkan hal ini.

Tes diagnostik non-kognitif sangat dibtuhkan oleh guru guna mengetahui kondisi peserta didik yang dapat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Dengan melakukan tes diagnostik non-kognitif guru dapat menegathui kondisi ekonomi, kondisi keluarga, pergaulan, aktivitas dan latar belakang peserta didik.  Pengetahuan ini akan bermanfaat bagi guru dalam memberikan layanan tindakan dan perlakuan terhadap peserta didik.

Hasil tes diagnostik non-kognitif ini sebaiknya terekap dalam buku administrasi guru dan wali kelas tidak hanya menjadi catatan administrasi bagian kesiswaan dan guru BK.  Selain administrasi berupa buka absensi dan buku nilai, guru juga harus memiliki buku kondisi non-kognitif peserta didik.  Buku kondisi non-kognitif peserta didik bisa dirancang oleh guru atau bisa menggunakan contoh blangko berikut ini.

 

BUKU KONDISI PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN      : ………………..

KELAS DAN FASE             : ……………….

TAHUN PELAJARAN         : ………………..

 

NO

NAMA SISWA

L/P

GAYA BELAJAR

CATATAN KHUSUS

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

.

 

 

 

 

.

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

Guru Mata Pelajaran

 

 

_______________

 

Terimakasih:

Semoga bermanfaat

.

 


MENGAPA HARUS BELAJAR SEJARAH

 

MENGAPA HARUS BELAJAR SEJARAH

Oleh: Mursal Y

 

Mata pelajaran sejarah senantiasa kita temui sejak kita duduk di bangku pendidikan SD, SMP/MTS samapai tingkat SMA/SMK/MA, bahkan ada dibeberapa perguruan tinggi pada jurusan tertentu juga menjadikan sejarah sebagai salah satu mata kulia wajib. Mungkin pernah terlintas difikiran kita mengapa kita harus belajar sejarah  dan untuk apa kita harus belajar sejarah? Bukankah sejarah hanya sekedar mengetahui tentang peristiwa dan tokoh-tokoh di masa lalu.

Tulisan singkat ini secara sederhana akan mencoba membahas mengapa kita harus belajar sejarah. Selain dari itu belajar sejarah itu sesungguhnya belajar tentang apa. Apakah betul belajar sejarah itu hanya sebatas mengetahui dan menghafal peristiwa-peristiwa penting dan tokoh-tokoh besar di masa lalu.

Keberadaan sejarah dalam kehidupan manusia adalah suatu hal yang sangat penting. Setiap individu memiliki sejarah dan membutuhkan sejarah dalam kehidupannya. Pentingnya sejarah bagi kehidupan manusia dapat kita lihat dari berbagai ungkapan tentang sejarah, misalnya; “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya”. Atau dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering mendengar ungkapan terhadap seseorang yang angkuh dan lupa diri sering disebut dengan “lupa dengan sejarah”.

Pentingnya sejarah dalam kehidupan manusia menjadikan kata sejarah sebagai kosa kata yang sangat familiar bagi kita. Kata sejarah akan kita temukan meski bukan dalam bangku pendidikan. Dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering mendengar orang berbicara tentang sejarah. Misalnya dalam sebuah obrolan di komunitas-komunitas, kedai-kedai kopi dan tempat berkumpul lainnya tanpa kita sadari perbincangan berbicara tentang sejarah. Bahkan ada yang menegaskan kalau yang dia bicarakan adalah sejarah. Saat memperbincangkan sesuatu salah seorang dari yang terlibat obrolan berbica tentang kejadian-kejadian dan sebab-musababanya. Atau kita juga sering mendengar orang bercerita tentang silsilah dan kejadian-kejadian yang dalam sebuah peristiwa Pertanyaannya apakah yang demikian itu adalah sejarah? Jawabannya iya,  yang demikian itu merupakan sejarah dalam pengertian umum.

Kalau ada pengertian sejarah secara umum tentu ada yang secara khusus. Pengertian sejarah secara umum adalah pengertian sejarah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Sementara yang dimaksud dengan penegrtian sejarah secara khusus adalah pengertian sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu pengetahuan. Tulisan ini tidak akan membahas lebih mendalam pengertian dan dari kedua konsep sejarah di atas. Tulisan ini akan lebih menekankan pembahasannya tentang mengapa kita harus belajar sejarah. Dalam pembahasan mengapa kita harus belajar sejarah kedua konsep sejarah sejarah baik secara umum maupun secara khusus akan tergambarkan secara gamblang.

Berikut ini akan diuraikan beberapa alasan mengapa kita harus belajar sejarah:

1.    Mengetahui Jati Diri

Kita sering mendengar pemberitaan seseorang yang terpisah lama dengan ibu kandungnya disebabkan oleh beberapa faktor berusaha mencari orangtua kandungnya. Waktu yang cukup lama dan jarak yang sangat jauh bukan merupakan halangan baginya untuk mencari dan menemukan  orangtua kandungnya. Tidak sedikit pengorbanan yang dialaminya untuk mencari dan menemukannya. Kita akan disuguhkan oleh tontotanan yang mengharukan saat pencarian lama dengan jarak yang jauh dipertemukan oleh suatu momen teretntu. Pancaran wajah kebahagiaan terpancar jelas di raut mereka.

Pertanyaanya mengapa dan untuk apa orang yang seperti dicontohkan di atas berusaha sekuat tenaga dan segala daya uapaya dengan berbagai cara untuk mencari dan menemukan orangtua kandungnya.  Jawabanya tidak lain karena orang tersebut ingin mengetahui jati dirinya. Akan ada suatu yang kurang dan hilang dalam kehidupannya kalau dia tidak menemukan silsilah dan asal-usul perjalanan hidupnya. Ada suatu hal penting yang hilang dalam dirinya. Suatu hal yang sangat penting yang harus ditemukannya. Saat dia menemukan kembali kepingan kehidupan yang selama ini hilang dalam hidupnya ada rasa puas dan bahagia sehingga membangkitkan percaya diri dan harga diri dari orang tersebut.

Selain dari contoh di atas kita juga menemukan sejumlah orang berusaha untuk mencari silsilah dan asal usul diri dan keluarganya. Mereka berasal dari mana keturunan apa. Kalau kita pertanyakan untuk apakah mereka bersusah payah dengan penuh perjuangan dan pengorbanan mencari silsilah dan asal-usulnya. Jawabanya tentu untuk jati diri sebagai pemenuhan kebutuhan psikologis dan social dalam pergaulannya di tengah-tengah masyarakat.

Mengetahui jati diri tidak hanya kebutuhan psikologis dan social seorang individu. Jati diri juga merupakan kebutuhan psikologis dan sosial komunitas yang lebih besar. Kelompok, masyarakat, suku dan bahkan sebuah bangsa membutuhkan jati diri. Jamak kita temukan di tengah-tengah masyarakat orang mempermaslahkan jati diri seseorang di tengah-tengah kelompoknya dikarenakan asal usul atau silsilah yang bersangkutan.  Mempermasalahkan jati diri tersebut baik besifat untuk kepentingan yang positif bahakan juga kita temukan untuk tujuan-tujuan memojokkan dan mendeskreditkan seseorang. Kita menemukan dalam pergaulan sehari-hari kata-kata orang asal atau dalam pergaulan masyarakat Minang disebut dengan urang asa, dan pendatang atau urang bawah lutuik dalam masyarakat lain disebut dengan priyayi, ningrat darah biru dan sebutan-sebutan lainnya.

Kalau kita tarik kepada hal yang lebih besar lagi, sebuah bangsa sangat membutuhkan jati diri. Bangsa yang besar akan dibangun oleh jati diri yang kuat. Jati diri sebuah bangsa akan terbentuk oleh perjalanan sejarah bangsa itu sendiri. Bangsa yang memahami dan mengerti akan sejarahnya akan melahirkan bangsa yang memiliki jati diri di tengah-tengah pergaulan dunia internasional. Maka tidak mengherankan mengapa pada bangsa-bangsa besar didunia sejarah dan mata pelajaran sejarah merupakan hal yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan bangsa tersebut.

Perang yang sangat dahsyat, senjata yang sangat canggih tidak akan efektif untuk menghapus sebuah bangsa di percaturan dunia. Kita bisa menemukan sejumlah bangsa yang dihancurkan oleh perang yang sangat lama dengan berbagai macam persenjataan modern dan teknologi canggih tetapi bangsa tersebut tetap eksis sampai sekarang. Palestina misalanya, bangsa Palestina telah mengahadapi perang dan kegannasan zionis Israel yang sangat lama. Tapi sampai saat ini kita masih menemukan Palestina sebagai sebuah bangsa dalam kehidupan dunia. Afganistan, mengahadapi kekuatan senjata dan perang yang panjang. Afganistan berperang menghadapi kekuatan terkuat di dunia, mulai dari Unisoviet sampai Amerika Serikat, tapi sampai sekarang Afganistan tetap eksis dan ada dalam perjalanan sejarah manusia di abad moderen.

Kalau mencermati uraian di atas, maka sebaliknya, untuk menghancurkan dan menghilangkan eksistensi sebuah bangsa dalam percaturan dan pergaulan dunia internasional sesungguhnya bisa terjadi dengan cara mencerabut bangsa itu dari akar sejarah dan jati dirinya. Kita juga menemukan dalam perjalanan sejarah umat manusia ada bangsa-bangsa yang pernah hebat dan besar namun sekarang bangsa tersebut tinggal dalam catatan sejarah saja. Romawi misalnya, Apakah ada dalam pergaulan internasional bangsa-bangsa di dunia ada bangsa yang mengklaim atau menyatakan dirinya sebagai bangsa Romawi ? Sangat sulit kita bisa menemukannya. Mereka kini telah terpecah dengan berbagai identitas kebangsaan yang baru.

2.    Sebagai Sarana Pembelajaran dan Pendidikan

“Manusia adalah makluk sejarah”

Pada beberapa kesempatan kita akan sering mendengar ungkapan yang mengatakan manusia adalah makluk sejarah. Apa sesungguhnya yang dikamsud dengan manusia sebagai makluk sejarah. Manusialah satu-satunya makluk yang membuat sejarah dan membutuhkan sejarah. Tidak ada makluk lain di muka bumi ini yang membutuhkan sejarah. Meskipun dalam perkembangan kehidupan moderen sekarang dengan berkembangnya komunitas-kominitas pencinta binatang kita bertemu dengan data-data sejarah hewan dan binatang. Sesungguhnya sejarah hewan atau binatang yang kita temukan dibuat dan dibutuhkan oleh manusia. Sejarah dan silsilah kucing misalnya. Kucing tidak membutuhkan sejarah dan silsilah akan dirinya. Sejarah dan silsilah kucing dibuat dan dibutuhkan oleh manusia pencinta dan pemelihara kucing tersebut.

Kalau demikian sesungguhnya apa itu sejarah sehingga dia menjadi penting bagi manusia dan kehidupannya ?

Sejarah adalah sebuah peristiwa di masa lalu kehidupan manusia yang lahir sebagai bentuk akibat dari proses berfikir manusia yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan dalam kehidupan tersebut.  Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita lihat apa yang sesungguhnya kita pelajari dalam membaca atau belajar sejarah.

Belajar sejarah atau membaca sejarah pada hakekatnya yang kita pelajari atau yang kita baca adalah perubahan dan perkembangan pola pikir manusia di masa lalu yang mennyebabkan terjadinya perubahan dalam kehidupan manusia dan jejaknya masih dapat kita temui di masa sekarang. Pola pikir manusia menyebabkan manusia berbuat dan bertingkah laku dalam kehidupannya. Perbuatan-perbuatan manusia yang sebabkan oleh pola pikirnya akan menimbulkan perubahan-perubahan penting dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun masyarakat. Perubahan-perubahn tersebut bisa yang berdampak positif dan kemajuan dalam kehidupan dan peradaban manusia bisa juga berdampak tragis dan menyedihkan. Dampak yang bersifat positif misalnya terjadi kemajuan dan lompatan ilmu pengetahuan, peningkatan taraf sosial dan ekonomi. Dampak negatif misalnya terjadinya perang, konflik social dan perpecahan.

Kalau demikian apa yang bisa kita pelajari dari membaca dan belajar sejarah.

Belajar dan membaca sejarah seperti di uraikan di atas kita membaca dan mempelajari pola pikir manusia dalam sebuah peristiwa kehidupan masa lalu. Sebuah peristiwa merupakan rangkaian kegiatan yang bersifat kausalitas atau hubungan sebab akibat. Tidak ada sebuah peristiwa yang terjadi begitu saja. Sebuah peristiwa merupakan akibat dari kejadian dan peristiwa sebelumnya dan sebuah peristiwa akan menjadi penyebab kejadian dan peristiwa berikutnya. Atau dalam bahasa lain sering juga disebut “hari ini merupakan akibat dan rangkaian dari masa lalu, sedangkan masa depan disebabkan oleh kejadian yang terjadi di masa sekarang”.

Dengan mempelajari sejarah kita bisa mengetahui sebab-musabab terjadinya sebuah peristiwa masa lalu dengan berbagai akibat dan dampaknya. Penyebab terjadinya peristiwa di masa lalu tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk kita di masa kini dan masa depan. Sebuah peritiwa yang terjadi di masa lalu oleh sebuah sebab tertentu bisa saja kita tiru dan praktekkan di masa kini untuk menghasilkan sesuatu yang hebat dan besar sepeti yang pernah terjadi di masa lalu untuk mengulangnya kembali di di masa kini dan masa datang. Atau sebaliknya suatu hal yang pernah terjadi di masa lalu yang menyebabkan kerugian dan mala petaka bagi kehidupan manusia di masa lalu bisa kita hindari dan tidak kita ulang lagi di masa sekarang sehingga kerugian dan petaka tersebut tida terulang kembali di masa kini dan masa dating. Bisa dikatakan, bangsa yang mengulangi kesalahan yang sama berulang kali, atau orang mengulangi keselahan yang pernah dilakukan orang lain di masa lalu adalah orang atau bangsa yang tidak pernah belajar dari sejarah.

Sejarah bukanlah peristiwa yang bersifat einmaligh, kejadian yang terjadi satu kali dan tidak akan pernah berulang lagi. Sejarah bisa saja terjadi dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda. Sebuah pertiwa bisa akan terjadi di tempat dan waktu yang berbeda kalau penyebabnya sama.

Demikianlah tulisan singkat sederhana ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Terimakasih


PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA KE NUSANTARA

                                         PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA KE NUSANTARA   Oleh: Mursal Y    ...