MENURUNKAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MENJADI TUJUAN PEMBELAJARAN

 

MENURUNKAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

MENJADI

TUJUAN PEMBELAJARAN

 

Oleh: Mursal Y

Guru SMAN 1 Ampek Angkek

Kab. Agam Sumbar

 

 

Capaian Pembelajaran atau sering disingkat dengan CP merupakan sekumpulan kompetensi dan ruang lingkup materi yang tersusun secara komprehensif.  Capaian pembelajaran merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase perkembangan.  Fase perkembangan menyusuaikan dengan perkembangan fisik dan psikis peserta didik.  Kompetensi dan ruang lingkup materi yang harus dicapai peserta didik disusun  dan dikelompok berdasarkan fase-fase perkembangan tersebut. Pada kurikulum merdeka fase perkembangan peserta didik dikelompokan mulai dari fase A sampai F. 

Fase A kelas 1-2 SD/MI/SDLB/Paket A

Fase B Kelas 3-4 SD/MI/SDLB/Paket A

Fase C Kelas 5-6 SD/MI/SDLB/Paket A

Fase D Kelas  7-9 SMP/MTs/SMPLB/Paket B

Fae E Kelas 10 SMA/MA/SMALB/Paket C

Fase F Kelas 11-12 SMA/MA/SMALB/Paket C

 

Sebelum membahas menurunkan Capaian pembelajaran (CP) menjadi tujuan pembelajaran (TP) ada baiknya kita melihat beberapa persamaan istilah yang terdapat pada kurikulum merdeka dan kurikulum 2013. Hal ini guna menghubungkan pemikiran kita antara kedua kurikulum tersebut sehingga kita bisa memahami kalau segmen-segmen yang kita temui pada kurikulum merdeka bukanlah hal yang baru sama sekali. Meskipun demikian bukan berarti antara keduanya suatu hal sama persis  melainkan adanya persamaan-persamaan.  Persamaan-persamaan tersebut anatara lain:

 

 Kurikulum 2013

 Kurikulum Merdeka

Promes (Program semester)

Prosem (Program semester)

Silabus

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Rencana Pembelajaran

Modul Ajar + (plus)

Kompetensi Inti (KI)

Capaian Pembelajaran (CP)

Kompetensi Dasar (KD)

Tujuan Pembelajaran (TP)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Indikator  ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)

Penilaian Harian (PH)

Sumatif

Penilaian Tengah Semester (PTS)

Sumatif Tengah Semester (STS)

Penilaian Akir Semester (PAS)

Sumatif Akir semester (SAS)

Indikator Penilaian

Indikator Asessmen

Penilaian Teman sejawat

Formatif

 

Dari info grafis di atas tergambar bahwa CP yang kita temukan pada kurikulum merdeka sama posisinya dengan KI di kurikulum 2013 dan TP sama dengan KD di kurikulum 2013. Perbedaanya KI Telah disusun dan ditetapkan secara rinci sedangkan CP berisi komptensi dan ruang lingkup materi secara komprehensif yang disusun dalam bentuk narasi. KD sudah sudah ditetapkan oleh kurikulum melalui permendikbud nomor 24 tahun 2016 sedangkan TP disusun dan dirumuskan oleh guru mata pelajaran.

Penyusunan dan perumusan TP oleh guru mata pelajaran ini salah satu esensi kemerdekaan yang diberikan oleh kurikulum kepada guru. Guru memiliki keleluasaan dalam merumuskan TP berdasarkan lingkup materi, pertimbangan perkembangan peserta didik, kebutuhan belajar peserta didik, perkembangan dan azas keterpakaian dalam kehidupan peserta didik serta hal yang kontektual yang dihadapi dalam kehidupan.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menurunkan CP menjadi TP:

 

1.    Menganalisis Capaian Pembelajaran atau Analisis CP

Pemerintah menetapkan capaian pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan dikuasai oleh peserta didik dalam satu fase. Namun demikian CP belum konkret untuk memandu guru dalam kegiatan pembelajaran. CP perlu diuraiakan menjadi tujuan pembelajaran supaya lebih operasional dan kongkret satu persatu sehingga peserta didik mencapai mencapai kompetensi yang ditetapkan di setiap akir fase.

Menguraikan CP menjadi tujuan pembelajaran memberikan kemerdekaan atau keleluasaan kepada guru untuk merancang pembelajaran dari awal yang disesuaikan dengan konteks lingkungan dan budaya serta hal-hal yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Guru dalam menguraikan CP ke dalam bentuk TP harus memahami dengan baik Capaian Pembelajaran mata pelajaran yang diampunya.

Untuk memahami CP mata pelajaran ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru seperti memahami  rasional karakteristik mata pelajaran, untuk memehami CP ini dapat dibaca tulisan sebelumnya, “CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN PERSIPAN PEMBELAJARAN”

 https://historicalsmart.blogspot.com/2023/06/capaian-pembelajaran-dan-persipan.html  Memahamai capaian pembelajaran membantu guru untuk mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus dipelajari peserta didik pada fase-fase pembelajaran.

            Capaian pembelajaran yang diberikan oleh pemerintah ditulis dalam bentuk paragraf yang memadukan antara ranah pengetahuan dan ranah keterampilan. Pemaduan aspek pengetahuan dengan keterampilan bertujuan agar peserta didik mempelajari ilmu pengetahuan sebagai rangkaian yang berkaitan dan holistik. Menganalisis capaian pembelajaran sangat dibutuhkan oleh pendidik agar dapat mengetahui;

·         kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik pada akir fase

·         kata-kata kunci apa yang penting dalam CP

·         hal-hal yang kemungkinan sulit dipahami peserta didik

·         apa target yang harus dicapai dalam pembelajaran

·         pada semester berapa bagian CP diberikan kepada peserta didik

·         berapa alokasi waktu yang tersedia

 

Analisis CP juga bermanfaat bagi guru untuk memantik ide-ide pengembangan rancangan pembelajaran.

            Ada berbagai cara yang dilakukan guru dalam menganilis CP salah satunya adalah dengan membuat infografis atau format.  Berikut ini salah satu bentuk formats yang dapat digunakan oleh guru:

 

ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN

 

Nama Satuan Pendidikan : SMAN 1 ………….

Mata Pelajaran                     :  ……………………

Fase                                       : ………….

Kelas                                      : ………….

Alokasi Waktu                      : ………….

Guru Mata Pelajaran           : ……………

 

NO.

Semester

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Kompentensi

(KKO)

Kata-kata kunci

Materi

Aloksi Waktu

1

1

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

1

2

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

                                                                                      ………, ……………….2023

Kepala Sekolah                                                    Guru Mata Pelajaran

 

_______________                                                    __________________

 

2.    Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Hasil analisi CP selanjutnya harus diturunkan oleh guru ke Tujuan Pembelajaran (TP). Ide-ide tentang apa yang harus dipelajari dan kuasasi oleh peserta didik dalam satu fase diolah dengan menggunakan kata-kata kunci yang diperoleh dalam analisis Capain Pembelajaran (CP).  Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk prilaku kompetensi yang harus dikuasai, aktual dan terukur sesuai dengan apa yang diharapkan dikuasai dan dimiliki oleh peserta didik setelah melakukan proses pembelajaran.

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum merumuskan TP;

a.    Mengetahui jumlah CP dalam satu CP

Capaian pembelajaran (CP) yang diberikan dalam satu fase disusun dalam beberapa Tujuan pembelajaran (TP).  Maka langkah  pertama yang dilakukan  adalah menghitung jumlah TP yang harus disusun dalam satu tahun atau dalam satu fase.  Cara menghitung jumlah TP ini adalah dengan mencermati kompetensi  yang harus dikuasi oleh peserta didik dalam satu fase.

Karena CP diberikan dalam bentuk narasi, biasanya masing-masing kompetensi akan dibatasi oleh tanda baca bisa berupa titik (.), koma (,) titik koma (;) dan tanda baca lainnya tergantung CP masing-masing mata pelajaran. Jumlah TP dalam sebua CP sebanyak tanda baca yang memisahkan kalimat narasi tersebut, atau sekurang-kurangnya jumlah TP adalah sebanyak Kata kerja Operasional (KKO) yang terdapat di dalam CP.

b.    Menganlisis keterkaitan masing-masing TP dengan elemen

Elemen mata pelajaran berisikan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik serta  keterampilan proses apa yang dilakukan selama pembelajaran dalam satu fase.  Menganalisis masing-masing TP yang akan disusun dengan elemen sangat penting dilakukan agar TP yang disusun oleh guru bisa memenuhi tuntutan kompetensi yang terdapat dalam CP.

c.    Menurunkan KKO yang ada dalam CP untuk masing-masing TP ke dalam bentuk indikator.

Dalam buku panduan pembelajaran dan asessment tidak terdapat uraian yang mengharuskan guru menurunkan KKO Capaian Pembelajaran ke dalam bentuk indikator.  Namun demikian penulis menyarankan sebaiknya guru sebelum merumuskan tujuan pembelajaran menurunkan KKO terlebih dahulu ke dalam bentuk indikator.  Menurukan KKO ke  bentuk indikator akan membantu guru dalama menyusun KKTP dan asessment nantinya.  Untuk menurunkan ke indiator guru bisa menggunakan  taksonomi bloom atau taksonomi Bloom yang telah disempurnakan yang sering juga disebut dengan taksonomi Anderson. Hanya saja disini guru harus konsisten dalam menggunakan taksonomi, kalau menggunakan taksonomi Bloom, seluruhnya menggunakan taksonomi Bloom begitu juga sebaliknya.

Langkah selanjutnya adalah menyusun Tujuan Pembelajaran (TP). Penulisan Tujuan Pembelajaran sekurang-kurangnya mengandung komptensi dan lingkup materi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Tujuan pembelajaran dirumuskan mengandung unsure ABC dan D, yaitu audiens, behavior, condition dan degree, ruang lingkup materi serta metoda yang digunakan. Secara sederhana bentuk rumus tujuan pembelajaran (TP) seperti berikut:

Setelah proses pembelajaran dengan metode ……………. Peserta didik mampu:

  1. Memahami (KKO indikator)  ………  (lingkup materi)
  2. Menjelaskan (KKO indikator) …….   (lingkup materi)
  3. Dst

Dengan baik.

 

Tujuan pembelajaran yang disusun oleh guru sebaiknya dituangkan dalam bentuk format yang memuat CP, TP, Indikator, Elemen, Materi dan hal lain yang dianggap perlu oleh guru.

 

Salah satu bentuk format dapat dilihat dalam contoh berikut ini

 

Contoh fromat TP

TUJUAN PEMBELAJARAN

(TP)

Nama satuan pendidikan: …………………

Mata Pelajaran                     : ……………….

Fase                                       : …………….

Kelas                                      :

 

No

CP

Tujuan Pembelajaran

Indikator

Elemen

Materi

Jam

 

 

1.    …….

1.    ….

2.    …..

3.    ….

4.   

 

 

 

 

 

2.

 

 

Dst.

1.    ,,,,

2.    …..

3.    …..

4.     

 

 

 

                                                                                ………….., …………….. 2023

Kepala Sekolah                                                       Guru Mata Pelajaran

 

 

______________                                                     __________________

 

 

*perlu dipahami bahwa tidak ada bentuk format yang baku, bentuk format dapat dikembangkan oleh masing-masing guru atau disepakati oleh satuan pendidikan untuk keseragaman

 

 

Terimakasih

Semoga bermanfaat

MENGENAL KURIKULUM MERDEKA PADA JENJANG SMA

 


MENGENAL KURIKULUM MERDEKA

BAGI SISWA BARAU KLS X SMA

 

Oleh: Mursal Y

Guru SMAN 1 Ampek Angkek. Sumbar 

Mulai tahun pelajaran 2022/2023 pemerintah menerapkan kurikulum pendidikan nasional baru yang dikenal dengan nama kurikulum merdeka. Penerapan kurikulum baru ini pada awalnya secara terbatas di sekolah-sekolah penggerak pada tahun pelajaran 2021/2022 dan pada tahun pelajaran 2022/2023 diberi kesempatan kepada sekolah-sekolah yang bukan sekolah penggerak untuk menereapkan kurikulum merdeka. Sekolah bukan sekolah penggerak yang menerapkan kurikulum merdeka pada tahun pelajaran 2022/2023 dikenal dengan istilah implementasi kurikulum merdeka atau sekolah IKM.  Pada tahun pelajaran 2023/2024 hampir semua sekolah menerapkan kurikulum merdeka atau IKM, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai menengah.

            Kurikulum merdeka yang diterapkan mulai tahun 2022 ini memeiliki beberapa perbedaan bila dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013. Perbedaan tersebut terjadi di setiap tingkatan jenjang pendidikan. Tulisan ini akan lebih membahas perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan menengah atau lebih spesifik di SMA. Perdedaan tersebut sangat perlu diketahui dan dipahami tidak saja oleh satuan pendidikan dan guru tetapi juga harus diketaui oleh calon siswa baru, orangtua siswa baru yang akan duduk di kelas X SMA.

Pada kurikulum merdeka siswa dikelompokkan berdasarkan perkembangan fisik dan psikis. Pengelompokkan ini dikenal dengan istilah fase, mulai dari fase A  sampai fase F.   Fase D terdapat di kelas VII, VIII, IX tingkat SMP/MTS.  Fase E untuk kelas X SMA/SMK/MA Sedangkan fase F untuk siswa yang duduk kelas XI dan XII SMA/SMK/MA.  Pengelompokkan siswa berdasarkan fase ini bertujuan untuk penyesuaian pembelajaran dan beban belajar siswa sesuai dengan perkembangan fisik dan psikis mereka.

Berikut ini akan diuraikan perubahan yang terdapat dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA.

  1. Tidak ada Jurusan

Pada kurikulum sebelumnya siswa atau siswa di jenjang pendidikan tingkat SMA dikelompokkan pada jurusan akademik, yaitu jurusan  IPA,  IPS dan jurusan Bahasa dan Budaya (kurikulum 2013, 2006 atau jurusan Fisika (A1), Biologi (A2), Sosial (A3) dan Budaya (A4) pada kurikulum 1984). Penjurusan ini ada yang dilakukan pada kelas XI seperti yang terdapat pada kurikulum 2006 ada yang langsung di kelas X seperti yang diterapkan pada kurikulum 2013.

Pada kurikulum merdeka tidak lagi mengenal yang nama penjurusan. Siswa pada kelas X atau pada fase E di jenjang SMA semuanya akan menempati kelas reguler dan mengikuti semua mata pelajaran dengan jumlah jam pertemuan atau jam pelajaran yang ada dalam strutur kurikulum, yaitu  1) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (sesuai dengan agama masing-masing Siswa, 2)Pendidikan Pancasila, 3) bahasa Indonesia, 4) Matematika, 5) Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika, Kimia, Biologi), 6) Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosiologi, ekonomi, Sejarah, Geografi), 7) Bahasa Inggris, 8) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, 8)  Informatika, 9) Seni dan Budaya. 

Pada kelas XI dan XII (fase F),  mata pelajaran yang akan diikuti oleh siswa dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu mata pelajaran umum dan mata pelajaran pilihan.  Setiap siswa mengikuti seluruh mata pelajaran umum yang terdiri dari 1) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (Sesuai dengan agama masing-masing), 2) Pendidikan Pancasila, 3) Bahasa Indonesia, 4) Matematika, 5) Bahasa Inggris, 6) Seni dan Budaya, 7)  Pendidikan Olahraga dan Kesehatan dan 8) Sejarah.

Mata pelajaran pilihan;

Pada kelas XI fase F, siswa diberi keleluasaan atau kemerdekaan untuk memilih 4(empat) sampai 5 (lima) mata pelajaran  dari kelompok mata pelajaran pilihan, yaitu 4 (empat) sampai 5 (lima) mata pelajaran dari mata pelajaran pilihan yang terdiri dari; 1) Biologi, 2) Kimia, 3) Fisika, 4) Informatika, 5) Matematika  Tingkat Lanjut, 6) Sosiologi, 7) Ekonomi, 8) Geografi, 9) Antropologi, 10) Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, 11) Bahasa Inggris Tingkat Lanjut (atau bahasa asing tingkat lanjut lainnya yang disediakan oleh masing-masing satuan pendidikan, 12) Prakarya dan Kewirausahaan, 13) Mata pelajaran lainnya yang disediakan oleh satuan pendidikan yang dikembangkan sesuai dengan sumber daya yang ada.  

Mata pelajaran pilihan yang dipilih oleh siswa sesuai dengan yang ditawarkan atau disediakan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Masing-masing satuan pendidikan tingkat SMA wajib membuka sekurang-kurang 7 (tujuh) kelompok mata pelajaran pilihan. Memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran pilihan adalah bentuk kemerdekaan bagi siswa untuk mendalami mata pelajaran tertentu sesuai dengan bakat minat mereka masing-masing. Di sini letak salah satu perubahan dan perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya. Kalau pada kurikulum sebelumnya siswa harus mengikuti semua mata pelajaran yang ada pada jurusan yang dia pilih, pada kurikulum merdeka siswa akan mengikuti dan mendalami mata pelajaran yang mereka pilih.

Karena pemilihan mata pelajaran kelompok mata pelajaran pilihan diberikan kepada siswa pada fase F kelas XI tentu ada hal-hal penting yang harus diperhatikan. Pertama pemilihan mata pelajaran kelompok mata pelajaran pilihan harus didasarkan kepada bakat, minat, potensi akademik siswa. Selain dari itu pemilihan mata pelajaran pilihan ini juga harus mempertimbangkan  orientasi jurusan yang akan akan dipilih atau dicita-citan oleh siswa saat dia melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Pada bagian ini sangat dibutuhkan bentuk pembinaan dan bimbingan yang optimal oleh satuan pendidikan terutama melalui program Bimbingan dan Konseling (BK). Satuan pendidikan akan melakukan berbagai trik untuk membimbing siswa dalam hal ini seperti tes minat dan bakat, tes potensi akademik dan teknik lainnya.

Selain dari peran satuan pendidikan, peran dan pemahaman orangtua siswa sangat dibutuhkan dalam hal ini. Orangtua siswa sejak dini harus mengetahui potensi, bakat dan minat anaknya. Orangtua berperan penting dalam mengarahkan dan membing pendidikan anaknya yang berorientasi mempersiapkan si anak ke Perguruan Tinggi. Bimbingan dan arahan orangtua harus sesuai dengan bakat, minat, potensi dan keinginan siswa. Orangtua sangat tidak diharapkan memaksakan anak dengan orientasi dan keinginan orangtua. Kalau hal ini terjadi, orangtua memaksakan anak mengikuti keinginan pendidikan berdasarkan keinginan dan cita-cita orangtua bukan kemauan dan keinginan anak itu sendiri bisa berkaibat fatal  perjalanan pendidikan anak itu sendiri. Supaya penetuan pilihan siswa ini berjalan sebagaimana yang diharapkan, kerjasama dan komunikasi antara orangtua, satuan pendidika atau sekolah dan siswa harus terjalin dengan baik.

Pertanyaanya, apabila siswa telah memilih 4 (empat) sampai 5 (lima) mata pelajaran pilihan pada semester 3 atau semester 1 kelas X di fase F, ternyata setelah dia jalani beberapa bulan siswa merasa tidak mampu untuk mengikuti salah satu mata pelajaran yang dia pilih dengan alasan tertuntu, apakah siswa bersangkutan harus tetap mengikuti mata pelajaran tersebut atau dapat menggantinya.  Kalau terjadi kasus seperti ini pada semester berikutnya, atau pada semester 3 (smester 2 kelas XI), siswa tersebut bisa mengganti mata pelajaran pilihannya. Tetapi hal ini sangat beresiko baik untuk siswa yang bersangkutan maupun oleh satuan pendidikan. Siswa yang mengganti mata pelajaran pilihannya pada semester 2 kelas XI harus menjemput Capaian pembelajaran (CP) smester 1 kelas XI yang belum dipelajarinya pada mata pelajaran pilihan yang baru. Hal ini tentu akan memberatkan dan membebani siswa karena harus belajar capaian pembelajaran (CP) semester 1 kelas XI bersamaan dengan mempelajari capaian pembelajaran (CP) semester 2 kelas XI.

Pada kelas XII fase F, siswa  mengikuti mata pelajaran  kelompok umum dan mata pelajaran kelompok pilihan yang dipilih dan diikutinya di kelas XI fase F. atau mata pelajaran kelompok pilihan di semester 2 kelas XI kalau terjadi penggantian mata pelajaran di semester 2.

  1. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Kurikulum merdeka memperkenalkan pembentukkan karakter peserta didik melalui projek penguatan profil pelajar pancasila atau dikenal dengan sebutan P5. P5 merupakan kegiatan kokurikuler yang berbasis projek yang dirancang terpisah dengan kegiatan intrakurikuller. P5 merupakan bagian inti dari struktur kurilum merdeka. Struktur kurikulum merdeka terdiri atas 2 (dua) bagian yaitu intrakurikuler yang berisi sejumlah mata pelajaran dengan jumlah jam pelajaran setiap fasenya dan bagian kedua kokurikuler berupa projek penguatan profil pelajar pancasila. Jadi P5 bukanlah kegiatan yang berada di luar struktur kurikulum atau bukan kegiatan ekstrakurikuler yang boleh diikuti oleh siswa boleh tidak. Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua siswa.

Pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kompetensi dan karakter dapat dipelajari siswa  melalui lintas disiplin ilmu yang dituangkan dalam 6 dimensi. Setiap dimensi memiliki beberapa elemen yang  menggambarkan kompetensi dan karakter yang dikembangkan. Dimensi yang dikembangkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah:

a.    Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan berkahlak mulia

b.    Berkeninekaan Global

c.    Bergotong Royong

d.    Mandiri

e.    Bernalar Kritis

f.     Kreatif

 

Kompetensi dan karakter yang dijabarkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dibagun dalam keseharian dan kehidupan diri setiap individu siswa melalui budaya sekolah.   Dapat dikatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka adalah pembelajaran yang bertujuan mengamati dan menyelesaikan permasalahan di sekitar siswa. Pengamatan dan penyelesaian masalah tersebut melalui lima aspek utama, yaitu potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan komptensi diri dan peran social di tengah lingkungan.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila wajib diikuti oleh setiap siswa  selama menempuh pendidikan di SMA. Pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diberikan otonomi kepada masing-masing satuan pendidika dimana selama di SMA siswa harus mendapatkan 7 jenis kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. 



. Terimaksih. 
   Insyallah tulisan berikutnya akan membahas tentang teknik menurunkan CP menjadi TP
    
   Tulisan lainnya tentang: CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN PERSIPAN PEMBELAJARAN
   
    dapat dibaca pada : 
    https://historicalsmart.blogspot.com/2023/06/capaian-pembelajaran-dan-persipan.html 

CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN PERSIPAN PEMBELAJARAN

                          CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN PERSIPAN PEMBELAJARAN

                                                        Oleh: Mursal  Y

Guru SMAN 1 Ampek Angkek. sumbar

 

            Beberapa perubahan yang terjadi pada kurikulum merdeka dari apa yang selama ini diterapkan pada kurikulum 2013 pada prinsipnya memberikan kemerdekaan atau keluluasaan kepada guru dalam proses pembelajaran termasuk masalah materi dan penekanan pembelajaran. Kalau dalam kurikulum 2013 harus menyampaikan konten pembelajaran yang sudah diatur dan disedikan dalam bentuk kompetensi dasar atau yang dikenal dengan KD sedangkan pada kurikulum merdeka guru memeiliki keleluasaan karena yang disediakan dalam bentuk capaian pembelajaran atau CP yang bisa dikembangkan oleh guru sesuai dengan kekhasan daerah dan karakter satuan pendidikan.

            Sebelum membahas tentang apa yang harus dilakukan guru dalam mempersiapkan pembelajaran pada kurikulum merdeka ada beberapa hal yang sebaiknya kita pahami terlebih dahulu. Pertama: Perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka harus dipandang sebagai bentuk penyempurnaan kurikulum bukan penggantian kurikulum. Perubahan dan penyempurnaan bukan berarti semuanya baru dan yang lama tidak terpakai sama sekali.  Kedua:  Beberapa komponen yang disiapkan dan dikerjakan oleh guru pada kurikulum merdeka juga telah kita lakukan di kurikulum sebelumnya namun nama dan penekanannya berbeda. Hal ini dapat dicontohkan: Silabus pada Kurikulum 2013 , di kurikulum merdeka Alur Tujuan  pembelajaran (ATP),  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kurikulum 2013 di kurikulum merdeka  modul ajara, ada juga yang menyebut modul ajar adalah RPP plus,  Kompetensi Inti di kurikulum 2013 pada kurikulum merdeka Capaian Pembelajaran (CP), KD pada kurikulum 201`3 d kurikulum merdeka Tujuan Pembelajaran (TP),  dan beberapa persamaan lainnya. Hal ini penting kita pahami sehingga kita tidak gagap dalam menghadapi dan menyikapi perubahan kurikulum.

 

Memahami CP dalam Persiapan Perangkat Pembelajaran

            Kompetensi mutlak yang harus dimiliki seorang guru adalah kemampuan untuk merencanakan pembelajaran, kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran, kemampuan untuk mengevaluasi atau melakukan asessmen pembelajaran dan kemampuan untuk melakukan tindak lanjut dari hasil evaluasi atau asessmen. Keempat kemampuan tesebut merupakan tugas utama yang dilakoni guru. Keempat tugas utama tersebut harus dipahami dan dilakoni guru dengan benar dan saling terkait dan terhubung. Kemampuan, cara, teknik dan strategi guru dalam menjalankan keempat tugas utama ini akan sangat mempengaruhi hasil belajar yang dilakasanakan nantinya.

            Dari uraian di atas jelas tergambar bahwa hasil dan kulitas pembelajaran diawali oleh perencanaan pembelajaran yang baik. Langkah awal yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran adalah menyusun perencanaan pembelajaran atau yang sering lebih popular di kalangan guru dikenal dengan sebutan perangkat pembelajaran. Pergeseran istilah dari penyusunan perencanaan pembelajaran menjadi perangkat pembelajaran secara tidak sadar kadang telah mengubah  arti dari fungsi perencanaan itu sendiri. Perencanaan pembelajaran yang dianggap sebagai perangkat pembelajaran sering menjadikan tugas utama kita dalam perencanaan hanya sebagai kebutuhan administrative saja. Perencanaan pembelajaran atau perangkat pembelajaran harus menjadi landasan yang bisa membantu guru dalam melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.

            Penyusunan perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan sangat dipengaruhi oleh cara mereka membaca dan memahami setiap tuntutan yang ada dalam kurikulum. Sebelum menyusun perencanaan pembelajaran seyogyanya guru terlebih dahulu memahami tuntutan yang diamanat oleh kurikulum pada masing-masing mata pelajaran. Pemahaman tuntutan yang diamanat oleh kurikulum ini sangat mempengaruhi perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru. Misalnya pada kurikulum kurikulum 2013 sebelum menyusun Silabus dan RPP guru hmemulainya dengan melakukan analisis keterkaian KI-KD dan Indikator, sering terlupakan untuk memahami raung lingkup dan tujuan pembelajaran mata pelajaran.  Begitu juga dengan kurikulum merdeka. Sebelum menyusun TP, ATP dan Modul ajar ada beberapa hal yang harus dipahami dan dicermati oleh guru telebih dahulu.

  1. Memahami Rasional Mata Pelajaran

Sebelum menyusun perencanaan pembelajaran atau perangkat pembelajaran yang harus dilakukan guru pertama sekali adalah memahami rasional mata pelajaran yang ada di Capaian Pembelajaran (CP).  Memahami Rasional mata pelajaran ini sangat penting dilakukan karena akan memberikan gambaran jelas kepada guru tentang mata pelajaran yang diampunya.  Pemahaman guru terhadap rasional mata pelajaran akan menuntunya untuk berfikir dan menganalisasi tutntutan dan cakupan mata pelajaran yang diharapkan atau diinginkan oleh capaian pembelajaran.  Apa bila guru  memahami rasional mata pelajaran maka dia akan mengetahui alasan pentingnya mata pelajaran tersebut untuk dipelajari.

Memahami rasional mata pelajaran akan membantu guru untuk melakukan pekerjaan berikutnya yaitu melakukan analisis capaian pembelajaran. Guru dalam melakukan analisi capaian pembelajaran akan mempunyai pedoman yang jelas dalam memperlkukan setiap butir-butir CP yang ada. Kedalaman materi yang dibelajarkan di masing-masing CP akan dirahkan oleh pemahaman rasional mata pelajaran yang dimiliki guru, bukan hanya sekedar penilaian subjektiftas smeta tentang penting tidak pentingnya materi diajarkan kepada peserta didik melainkan berdasarkan pemikiran untuk apa dan apa pentingnya materi itu diajarkan.

Memahami rasional mata pelajaran juga akan memberikan gambaran kepada guru tentang fungsi dan ruang lingkup mata pelajaran yang diampunya. Pemahaman akan fungsi dan ruang lingkup mata pelajaran ini sangat penting oleh guru.  Guru akan mengetahui kompetensi apa yang harus diberikan kepada peserta didik sebagai bekal baginya. Ruang lingkup mata pelajaran akan memberikan batasan minimal kompetensi yang harus diajarkan dan dicapai oleh peserta didiknya.

 

  1. Memahami Karakteristik Mata pelajaran

Karakteristik mata pelajaran berisi ruang lingkup materi, elemen-elemen mata pelajaran serta deskripsinya. Langkah berikut yang dilakukan guru adalah memahami karakteristik mata pelajaran yang diampunya.  Memahami karakteristik mata pelajaran adalah hal yang sangat penting . Pada karakteristik mata pelajaran guru akan memahami ruang lingkup setiap materi ajar yang akan diberikan kepada peserta didik. Pemahaman ini akan membuat guru tidak lagi berdebat dengan dirinya sendiri,tentang penting tidak pentingnya satu materi. Penting tidak pentingnya materi didalami lebih atau tidak akan ditentukan oleh ruang lingkup dan elemen-elemen yang baik elemen pengetahuan, elemen keterampilan  mauapun elemen sikap yang harus diberikan dan dimiliki oleh peserta didik. Selain dari itu memahami ruang lingkup dan elemen-elemen mata pelajaran akan sangat berguna bagi guru untuk merancang dan menentukan strategi, metode dan media pembelajan yang akan digunakan.

 

  1. Menganalisis Capaian Pembelajaran

Kurikulum merdeka memeberikan keleluasaan kepada guru dalam penenetuan dan pemberian konten pembelajaran. Berbeda dengan kurikulum 2013 guru diikat dengan KD  yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pada kurikulum merdeka guru diberikan capaian pembelajaran yang berisi kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase perkembangan.  Capaian pembelajaran yang diberikan berdasarkan fase perkembangan peserta didik memberikan keleluasaan kepada guru untuk menentukan pemberian CP di masing-masing fase dan smester. Selaian dari itu guru juga mendapat kemeredekaan atau keluluasaan untuk menentukan kedalaman masing-masing CP sesuai dengan karakteristika daerah serta potensi yang dimiliki oleh satuan pendidikan.

           Terimakasih.

          Tulisan  lainnya: MENGENAL KURIKULUM MERDEKA

                          BAGI SISWA BARAU KLS X SMA

Dapat dibaca pada:

https://historicalsmart.blogspot.com/2023/07/mengenal-kurikulum-merdeka-pada-jenjang.html






MENYIKAPI CAPAIAN PEMBELAJARAN DALAM PERJALANAN SEJARAH KURIKULUM

MENYIKAPI CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA Oleh: Mursal Y Kurikulum pendidkan merupakan seperangkat rencana dan pengaturan yang berhubungan dengan pendidikan nasional. Kurikulum pendidikan akan berisi tentang tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional seperti yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional. Tujuan utama pendidikan nasional seperti yang tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasr 1945 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Guna mencapai amant dari UUD 1945 tersebut pemerintah akan senantiasa melakukan perbaikan dan perubahan kurikulum yang seuai dengan perkembangan dunia pendidikan, tuntutan dan tantangan zaman yang sedang dan yang akan dihadapi bangsa Indonesia. Kurikulum pendidikan di Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan dan penyempurnaan. Dimulai pada tahun 1947 yang disebut rencana pelajaran. Pada saat itu kurikulum ini baru diperkenalkan pada tahun 1950 pada masa pasca kemerdekaan. Kemudian disempurnakan pada tahun 1952, yang disebut rencana pembelajaran terurai. Pada tahun 1964 kurikulum kembali disempurnakan dan disebut dengan rencana Pendidikan. Pada tahun 1968 adalah kurikulum pertama ketika era orde baru, dimaksudkan untuk menggantikan kurikulum 1964 yang lebih politis. Lalu pada tahun 1975 lebih dikenal sebagai Rencana Pelajaran untuk Setiap Unit Diskusi. Kurikulum ini ada karena pengaruh MBO (Management By Objective) dengan metode dan materi Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Di tahun 1984 menggunakan kurikulum dengan model CBSA yaitu Cara Belajar Siswa Aktif. Pada tahun 1994 diperbaharui dengan menggabungkan dua kurikulum sebelumnya dari tahun 1975 dan 1984. Kemudian pada tahun 2004 diubah lagi menjadi kurikulum berbasis kompetensi (BK), pada tahun 2006 diubah kembali menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dan pada tahun 2013 yang dikenal dengan kurikulum 2013. Pada tahun 2022 pemerintah kembali melakukan perubahan kurikulum yang dinamakan dengan kurikulum merdeka. Setiap perubahan kurikulum menunut perubahan mindshet atau pola pikir terutama guru sebagai pelaksana langsung dari kurikulum. Perubahan pola pikir ini seringkali membuat guru gagap dalam menyikapi perubahan-perubahan kurikulum. Hal ini tidak lain karena sejak awal telah tertanam di pemikiran bahawa kalau terjadi perubahan kuirkulum akan terjadi sesuatu yang baru dan berubah sama sekali dengan kurikulum yang sebelumnya ada. Pemikiran yang seperti ini tidak sepenuhnya salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Pada prinsipnya setiap guru harus melihat perubahan kurikulum sebagai bentuk penyempurnaan dan perbaikan system pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Sejalan dengan pemikiran di atas tulisan ini akan mencoba menawarkan kepada guru bagaimana cara menyikapi perubahan kurikulum terutama dari kulrikulum 2013 ke kurikulum merdeka dan apa yang harus dilakukan dalam menyikapai perubahan tersebut. Namun, kurikulum ini tidak wajib. Kemendikbudristek menanggapi persoalan terkait kurikulum merdeka melalui Sekretariat Jenderal Pendidikan Kejuruan (Setditjen Diksi). Kurikulum merdeka tidak diwajibkan, hanya ditujukan untuk lembaga pendidikan yang disiapkan dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. “Kemendikbudristek membuat 3 kurikulum yaitu kurikulum darurat, kurikulum merdeka dan kurikulum bagi sekolah agar memilih kurikulum mana yang sesuai dengan keadaan sekolah”, jelas Wartanto (2022). Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan kondisi kehidupan peserta didik. Mengembangkan kemampuan atau kompetensi untuk mencapai tujuan sesuai kebutuhan. Tentu saja, kurikulum disempurnakan dari tahun ke tahun. Karena teknologi yang semakin berkembang. Jika tidak dilakukan perubahan kurikulum, kualitas pendidikan di Indonesia akan terus menurun karena sistem pembelajaran hanya menerapkan kurikulum yang sudah ketinggalan zaman atau lama. Dalam hal ini, sebenarnya bukan hanya kurikulum yang berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Namun peran aktif seorang guru yang berkompetensi, inovatif serta memiliki kualitas skill tinggi yang juga menjadi salah satu peranan penting dalam hal tersebut.

KAMANG TANGAH ANAM SUKU BERWISATA KE “NAGARI PAHLAWAN”

KAMANG TANGAH ANAM SUKU BERWISATA KE “NAGARI PAHLAWAN” Oleh :Irwan Setiawan Perubahan cara kepemimpinan yang bersifat sentralistik ke sistem otonomi di Indonesia membawa dan melibatkan daerah-daerah untuk mampu memenuhi dan mencukupi keuangan masing-masing. Otonomi daerah juga memunculkan berbagai ide untuk pengembangan dan usaha memajukan daerah. Bagi daerah-daerah penghasil tambang, dan potensi kekayaan bumi lainnya akan lebih mudah mengatisipasi perubahan ini, karena mereka umumnya mampu memenuhi keuangan daerah sendiri. Tapi masalah akan terasa bagi daerah-daerah yang dasarnya memerlukan dana dari pemerintah pusat karena keterbatasan potensi kekayaan alam. Agam adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang tak memiliki potensi tambang untuk skala besar. Tapi sebenarnya Agam mempunyai berbagai potensi wisata yang seharusnya bisa dikembangkan dan dipromosikan untuk skala lokal, nasional bahkan internasional. Hal ini dapat dijadikan sebagai koreksi atas perkembangan dunia wisata Agam yang tertinggal dibanding Bukittinggi sebagai tetangga terdekatnya. Selama ini potensi wisata Agam lebih diarahkan ke daerah Maninjau dan sekitarnya dengan panorama danau dan keindahan alam di Puncak Lawang. Salah satu daerah wisata di Agam yang jarang disinggung dan masih kurang di promosikan adalah objek wisata di Kecamatan Kamang Magek. Salah satu nagari yang ada disini adalah Nagari Kamang Tangah Anam Suku, yang barung saja disahkan sebagai nagari definitif. Sebagai sebuah nagari bersejarah, daerah ini sebenarnya adalah daerah yang menjanjikan untuk dunia wisata Kabupaten Agam. Dengan jarak sekitar 12 km dari Bukittinggi atau hanya memerlukan waktu perjalanan 20 menit dari Bukittinggi kita dapat langsung sampai di nagari yang unik ini. Dalam tinjauan historis Sumatera Barat tentu semua orang tahu tentang peristiwa Perang Paderi yang bergejolak tahun 1820-an sampai tahun 1830-an dan salah satu tokoh pentingnya adalah Tuanku Nan Renceh yang berdomisili di Jorong Bansa, Kamang Tangah yang makamnya sampai sekarang masih terawat dengan baik. Peristiwa penting lain yang pernah terjadi adalah Perang Kamang yang meletus tahun 1908 dengan tokoh-tokoh pahlawan dari Kamang Mudiak , Kamang Tangah, Magek dan Kamang Hilir. Perang Kamang sebagai sebuah usaha menentang tindak pemerasan oleh Kolonial Belanda yang terjadi dengan pemungutan pajak (belasting) yang memberatkan bagi masyarakat, perjuangan ini dipimpin oleh H. Abdul Manan yang berasal dari dusun Kampuang Budi, Pakan Sinayan, Kamang Tangah. Untuk mengenangnya kita dapat melihat dan berziarah ke makam-makam para pahlawan tersebut di Jorong Pakan Sinayan. Selain menyajikan objek wisata sejarah di Kamang Tangah, kita bisa juga berwisata ke nagari tetangganya yaitu daerah Kamang Mudiak juga memberi pesona wisata alam yang semua objeknya dapat dilewati dalam satu rute perjalanan. Apabila kita datang ke Kamang Tangah, Kamang Mudiak dengan melewati jalur Bukittinggi, Pakan Kamis ,dan sampai di Pakan Sinayan, maka kita akan disambut oleh Tugu Perang Kamang 1908 di daerah Pakan Sinayan. Kemudian perjalanan dapat dilanjutkan ke Ngalau Tarang Batu Biaro. Ngalau Tarang adalah sebuah sebuah panorama goa yang terdapat di kaki bukit dengan pesona yang mengagumkan dengan stalagtit dan stalagmit yang terdapat di dalam gua. Masyarakat sekitar memahami tempat ini sebagai sebuah legenda yang dahulunya berasal dari sebuah kapal, kemudian dikutuk hingga menjadi batu. Tiap sudut gua disebut-sebut memiliki spesifikasi dan penamaan-penamaan batu tersendiri. Ada batu kaki menggantung, batu kepala raja, batu singa, batu gajah, batu buaya, batu kain bersusun, batu ibu menyesui. dan berbagai penamaan lainnya. Dibagian depan Ngalau Tarang Batu Biaro terdapat sebuah batu besar dan di lewati oleh sebuah bandar (sungai kecil). Setelah dari Jorong Pakan Sinayan, kita akan memasuki Jorong Bansa, disini kita dapat singgah ke makam Tuanku Nan Renceh sebagai pahlawan Perang Paderi. Kemudian perjalanan wisata akan memasuki Jorong Babukit dan Halalang, Nagari Kamang Mudiak. Disini kita bisa menikmati keidahan alam, yaitu Tarusan Kamang, Panorama Lengkok dan minuman khas teh talua tapai. Kemudian perjalanan bisa dilanjutkan ke jorong Durian menikmati keindahan Ngalau Kamang. Dalam satu kali alur perjalanan dan petualangan kita bisa menikmati berbagai pesona nagari Kamang

SEJARAH DILUPAKAN, SEJARAH DIINGAT

SEJARAH DILUPAKAN, SEJARAH DIINGAT Unik, merupakan kata yang sering ditemukan saat sesorang mempelajari sejarah sebagai ilmu. Salah satu di antaranya seperti yang disampaiakan oleh Kuntowijoyo, “...sejarah diartikan sebagai hal-hal yang menyuguhkan sebuah fakta unik, empiris, ideografis, Kata unik di sini menggambarkan bagaimana peristiwa sejarah itu hanya terjadi satu kali dan tidak terulang pada waktu dan tempat yang berbeda. Kata unik ternyata tidak hanya bisa kita temukan pada cirri sejarah, tapi juga dapat kita temukan pada keberadaan sejarah dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keberadaan sejarah dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat kita lihat dari perkembangan diskusi masyarakat mulai dari media sosial sampai pada media masa baik elektronik maupun cetak beberapa tahun belakangan ini. Diskusi ini terutama yang berhubungan dengan pembicaraan yang dipicu oleh permasalahan politik kontemporer, terutama sejak terpolanya masyarakat menjadi dua kelompok sebagai dampak dari kontestasi pemilihan presdien dua periode terakhir.

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA KE NUSANTARA

                                         PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA KE NUSANTARA   Oleh: Mursal Y    ...